1 Saya Maleaki, yang diutus TUHAN untuk menyampaikan pesan ini kepada bangsa Israel.
4 Namun, dengan sombong orang Edom berkata, ‘Walaupun negeri kami sudah menjadi reruntuhan, kami akan membangunnya kembali.’”
5 Dan kalian, hai umat-Ku Israel, ketika kalian melihat sendiri negeri Edom hancur, kalian akan bersaksi, ‘Sungguh, kuasa TUHAN tidak terbatas di Israel saja! Dia berkuasa juga di negeri-negeri lain!’”
6 “Aku, TUHAN Panglima Semesta, menegur para imam: Seorang anak tahu menghormati ayahnya, dan seorang budak pun menghormati tuannya. Tetapi kalian tidak menghormati Aku, padahal Aku ini seperti bapa dan tuan atas kalian. Sebaliknya, kalian justru menghina Aku! Tetapi kalian membantah, ‘Tidak mungkin! Kami tidak pernah menghina Engkau!’
9 Dengan persembahanmu yang meremehkan Aku seperti itu, inilah yang akan menjadi nasibmu: Sekalipun nanti kamu mengemis-ngemis meminta belas kasihan-Ku, Aku tidak akan mempedulikanmu!
10 “Oh, sungguh lebih baik jika ada imam yang menutup rapat halaman pintu rumah-Ku, supaya kalian tidak usah lagi datang membakar kurban yang omong kosong di atas mezbah-Ku. Aku sama sekali tidak berkenan kepadamu dan tidak mau menerima kurbanmu!
11 Dari ujung timur sampai ke ujung barat Aku dihormati di antara bangsa-bangsa. Di setiap negeri di dunia, ada orang yang membakar dupa dan memberikan persembahan yang layak kepada-Ku, karena semua bangsa menghormati Aku.
12 Tetapi kalian para imam malah mencemari mezbah-Ku dengan mempersembahkan kurban yang bercacat, seolah-olah kalian berkata, ‘Mezbah TUHAN dan kurban-kurbannya cuma hal sepele.’
13 Kalian juga meremehkan Aku dengan berkata, ‘Peraturan ibadah ini hanya merepotkan saja.’ Lalu kalian mempersembahkan bagi-Ku hewan yang pincang, yang sakit, atau hasil rampasan. Jangan berpikir Aku akan menerima persembahan seperti itu!
14 “Aku Raja tertinggi atas semesta. Aku ditakuti dan dihormati oleh semua bangsa. Maka terkutuklah setiap penipu, yaitu orang-orang yang sudah berjanji mempersembahkan hewan jantannya yang bagus kepada-Ku, tetapi kemudian mempersembahkan yang bercacat.”