1 Suatu kali Raja Hiskia sakit parah dan hampir mati. Lalu saya datang menemui dia untuk menyampaikan pesan TUHAN, “Beginilah kata TUHAN: Berikan pesan-pesan terakhirmu untuk keluargamu, karena sebentar lagi kamu akan meninggal. Kamu tidak akan sembuh.”
2 Mendengar itu, Hiskia berbalik menghadap tembok dan berdoa,
3 “Ya TUHAN, tolong, ingatlah betapa aku sudah hidup menaati kehendak-Mu dengan sepenuh hati. Aku setia melakukan apa yang baik di mata-Mu.” Lalu Hiskia menangis tersedu-sedu.
4 Kemudian TUHAN berkata lagi kepada saya,
5 “Kembalilah menemui Hiskia dan katakan kepadanya: Aku, TUHAN, Allah yang disembah oleh Daud, leluhurmu, sudah mendengar doamu dan melihat air matamu. Aku akan menambahkan umurmu lima belas tahun lagi.
6 Aku akan menyelamatkan kamu beserta Yerusalem dari tangan raja Asyur. Aku akan melindungi kota ini.
7 Dan inilah bukti bagimu bahwa janji-Ku itu benar-benar akan terjadi:
8 Aku akan membuat bayangan pada jam matahari buatan raja Ahas mundur sepuluh langkah.” Lalu terjadilah demikian— bayangan pada jam matahari benar-benar mundur sepuluh langkah.
9 Inilah tulisan Hiskia, raja Yehuda, sesudah sembuh dari sakitnya:
10 Ketika usiaku baru separuh baya
11 Saat itu aku berpikir:
12 Nyawaku akan disudahi
13 Sepanjang malam aku menenangkan hati menunggu pagi
14 Aku menangis tersedu-sedu,
15 Ya TUHAN, aku tidak bisa berkata apa-apa lagi.
16 Ya TUHAN,
17 Tetapi ada kebaikan di balik penderitaanku itu.
18 Karena orang mati di dalam Syeol tidak dapat bersyukur dan memuji Engkau.
19 Hanya orang hidup yang dapat memuji Engkau
20 TUHAN akan menyelamatkanku.
21 Beginilah rincian peristiwa kesembuhan Hiskia: Sesudah TUHAN mengatakan bahwa Dia akan menyembuhkan Raja Hiskia, saya menyuruh para pembantunya untuk menumbuk buah ara dan mengoleskannya pada bagian kulit Hiskia yang sakit. Dengan begitu, dia menjadi sembuh.
22 Juga, waktu saya menyampaikan bahwa TUHAN akan menambah umur Hiskia lima belas tahun lagi, dia berkata, “Tolong mintalah TUHAN memberi tanda bahwa saya benar-benar akan sembuh dan bisa kembali beribadah di rumah TUHAN.” Itulah sebabnya TUHAN melakukan keajaiban dengan jam matahari.